//
you're reading...
Uncategorized

MARI KTA JADIKAN TAKA BONERATE SEBAGAI TUJUAN WISATA BAHARI DUNIA

Keindahan kawasan Taman Nasional Taka Bonerate di Kabupaten Kepulauan Selayar, makin diakui oleh Dunia  internasional, terbukti dengan adanya kenaikan angka kunjungan wisatawan lokal dan Internasional ke kawasan tersebut. Apalagi baru-baru ini Pemerintah Kabupaten Selayar bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Sul-Sel mengadakan event Taka Bonerate Island Expedition. Event ini menjadi event tahunan di kawasan, tujuannya untuk mempromosikan Taman Nasional Taka Bonerate.

Taman Nasional Taka Bonerate saat ini memiliki karangatol terbesar ketiga (3) di dunia setelah Kwajifen di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Kepulauan Moldiva. Adapun Luas Atol tersebut sekitar 220.000 hektar dengan terumbu karang yang terbesar datar seluas 50 km persegi. Kawasan ini terletak diruas Flores sebelah selatan kota Benteng Selayar sekitar 206 mil. Keindahan panorama kawasan Taka Bonerate didukung topografi yang sangat unik apalagi berbagai fasilitas di sajikan di kawasan ini yaitu untuk penyelaman, diving dan snorkling. Dikawasan ini ada beberapa pulau dan ratusan karang seperti karang meja, akar bahar serta karang tanduk. Sedangkan moluska terdapat sekitar 101 jenis kelas gastropoda seperti lolak, triton, kerang kepala atau batu laga, dari kelas bivalia seperti karang mutiara dan kima. Apalagi sebagian jenis – jenis karang tersebut kini telah membentuk sebuah karang atol dan terumbu tepi, semuanya merupakan terumbu karang yang indah dan cantik sehingga banyak orang mengatakan bahwa Taman Nasional Taka Bonerate adalah “Surga Tersembunyi Dibawah Laut”, apalagi dikawasan ini terdapat tumbuhan seperti kelapa, pada laut, waru laut, cemara laut dan ketapang. Diperaian ini pula terdapat ratusan jenis ikan selain itu teridentifikasi sebayak 4 jenis penyu yakni penyu fisik, penyu hijau, penyu lekang dan penyu tempayang. Karena keindahannya itu, berdasarkan  Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. 280/LPTS/II/1992 luas kawasan ini 530,765 Hm, terdiri dari gugusan pulau kecil, puluhan taka dan bungin membentuk lingkaran menyerupai tapal kuda. Sementara itu Pejabat Pemegang Komitmen (PPK) Coremap II Aguslien Ch, Sp menyatakan bahwa kegiatan pemboman dan pembiusan dikawasan ini menunjukan grafik penurunan berdasarkan pemantauan tim Mcs. Coremap II. Hal senada juga dikatakan oleh Koordiantor Komponen Mcs. Coremap II Kabupaten Selayar Jaelani bahwa Mcs. Coremap bekerjasama dengan Jagawana dan pihak terkait pro aktif turut mengadakan patroli gabungan untuk menangkap para pelaku illegal fishing, cuma kendalanya yang dihadapi dilapangan, para pelaku biasanya memakai perahu yang lebih canggih dan mengancam para petugas, jadi kita harus hati – hati karena terus terang, di Mcs. Coremap kita tidak mempunyai senjata selain Jagawana, tapi itu tidak mengurangi kami di Mcs. Coremap untuk memberantas para pelaku ilegal fishing dan kalau kami menangkap tidak ada ampun, tidak ada pengaturan. Kami yang tergabung di PPNS langsung membuatkan BAP untuk selanjutnya dilimpahkan guna menjalani persidangan di Pengadilan.

Sementara itu Project Management Unit Coremap II yang juga Kadis Kelauatan dan Perikanan DR. Ir. H. Marjani Sultan MSi, mengatakan bahwa saat ini sudah dibangun Radio Mcs. dengan anggaran 1,7 M dan sudah diperkirakan dibeberapa tempat di Kec. Kepulauan dan di Kec. Benteng. Semoga dengan adanya Radio Mcs. ini dapat memudahkan untuk mendapatkan informasi khusus di kawasan Taman Nasional Taka Bonerate,  tak bisa dipungkiri bahwa memang potensi perikanan kita cukup baik dibanding daerah lainnya di Sulsel, sehingga banyak nelayan dari luar datang ke perairan Selayar untuk menangkap ikan. Jadi kita harus betul – betul menjaga Taman Nasional Taka Bonerate dari pelaku ilegal fishing sesuai motto Coremap “Karang Sehat Ikan Berlimpah Masyarakat Sejahtera” dan untuk mendukung pelestarian terumbu karang  terutama melalui media, maka harus wartawan dilibatkan dalam kegiatan  publikasi, agar masyarakat luas dapat memahami arti pelestarian terumbu karang, katanya.

Kawasan Taman Nasional Taka Bonerate harus betul – betul kita jaga dan pelihara karangnya ini, demi anak cucu kita. Olehnya itu, ini tantangan kepada Pemerintah Kabupten Selayar agar selalu turun  kekawasan tersebut untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan pemboman dan pembiusan karena akan merusak terumbu karang, atau pemerintah memberikan bantuan modal kepada masyarakat supaya tidak ada lagi yang melakukan  pemboman dan pembiusan yang merusak ekosistem yang ada dikawasan Taka Bonerate, begitu pula Mcs. Coremap II, Jagawana menindak tegas para pelaku ilegal fishing jangan ada pengaturan supaya dia jera dan tidak melakukan lagi perbuatan tersebut karena kalau ini dibiarkan, Taman Nasioanal Taka Bonerate hanya akan menjadi cerita bagi anak cucu kita !!! dan saya berharap program CBM Coremap yaitu Pemberdayaan Masyarakat berupa masyarakat yang mengusulkan, merencanakan dan melaksanakan serta mengawasi anggaran dan pekerjaannya, sehingga taraf hidup masyarakat pesisir jauh lebih baik dan sejahtera, sehingga “surga yang tersembunyi dibawa laut Taka Bonerate, tidak menjadi neraka yang tersembunyi dibawa laut Taka Bonerate”. wassalam 

 

 

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: