//
you're reading...
Uncategorized

PEDAGANG TEROMPET TAHUN BARU DI SELAYAR, UNTUNG BESAR

Selayar Sp, Dua hari menjelang tahun baru, penjual terompet bermunculan di Selayar. Pedagang teropet musiman ini rata – rata adalah pedagang kaki lima yang sengaja menjual terompet menjelang tahun baru. Meski hanya dua hari menjual terompet, tapi keuntungan yang raup cukup besar, jumlahnya mencapai 1 juta rupiah dalam sehari. Berbagai jenis terompet dengan harga mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 20.000. Bentuk terompet yang dijual, unik dan menarik diantaranya ada yang berbentuk seperti naga, udang, atau terompet klasik berbentuk corong. Menariknya, terompet – terompet ini dibuat dari bahan limbah rumah tangga misalnya seperti kertas – kertas plastik bungkus keju, plastik rinso, plastik pewangi kain dan berbagi jenis kertas plastk lainnya yang masih bagus. Menurut TARMAN  salah seorang penjual terompet, ia hanya menjual terompet menjelang tahun baru saja. Pria yang sehari – harinya menjual barang mainan ini, mengaku mendapatkan keuntungan yang lebih dari jualan yang biasanya ia lakukan, dengan memanfaatkan moment menjelang tahun baru. “kalau jualan seperti hari – hari biasa, paling sehari saya hanya dapat Rp 200.000 sampai Rp 300.000. Kali ini jauh lebih besar” ujar TARMAN. Hanya saja yang mencari terompet musiman hanya menjelang tahun baru, maka usaha ini dilakukan 2 hari selama setahun. “Ya, lumayanlah untuk menambah pengasilan” ujar TARMAN menambahkannya. Udin, salah seorang pedagang terompet lainnya juga mengaku hal yang sama. Udin yang biasanya juga berjualan barang mainan, juga memanfaatkan moment tahun baru dengan berjualan terompet. Bedanya, jika TARMAN berjualan menggunakan gerobak dan diam disatu tempat, maka Udin menggunakan sepeda motornya, karena katanya lebih leluasa berpindah mencari lokasi yang ramai. “Kalau sore, saya pindah dari kaca puri ketepi laut, karena disana lebih ramai pengunjungnya” ujarnya. Begitu juga penjual terompet yang bernama PEK, yang sudah lama melintang di Selayar dan sudah banyak dikenal orang, juga tak mau melewati moment tahun baru dengan berjualan terompet. Walaupun keadaan fisiknya terbatas, tapi dia terus melakoni pekerjaannya membuat terompet dan mainan anak – anak. Dan ini harus patut menjadi contoh bagi pemuda – pemuda Selayar khususnya, agar menjadi contoh, dengan harus tetap bersemangat dan belajar hidup mandiri. (Imran/Abhy)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: