//
you're reading...
Uncategorized

UPK PNPM – MP KECAMATAN BONTOHARU MENUAI SUKSES

Selayar SP, Masyarakat yang mandiri tidak mngkin diujudkan secara instan, melainkan melalui serangkaian kegiatan yang direncanakan secara cerdas, dilaksanakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat sendiri. Kemandirian akan menjdi slogan belaka manakala hak kepemilikan pembangunan dan ruang partisipasi dan aktivitas produktif masyarakat dikebiri bahkan dipasung. Sebaliknya, kemandirian berwujud manakala masyarakat dilibatkan secara totalitas, diberi kesempatan yang seluas – luasnya dalam seluruh rangkaian pembangunan. Disinilah sesungguhnya letak substansi diperlukan kehadiran program PNPM – MP ditengah – tengah penanganan kemiskinan yang cenderung parsial dan berkelanjutan, disaat kerelawan social dalam kehidupan masyarakat sebagai sumber penting pemberdayaan dan pemecahan akar permasalahan kemiskinan juga mulai luntur. PNPM – MP menjadi kebutuhan masyarakat, karena didalamnya mengandung karakter yang khas berupa pro poor yang menganut prinsip kegiatan partisipatif dari, untuk dan oleh masyarakat, kata NUR ASLIM. Proses pembangunan partisipatif, kesadaran kritis dan kemandirian masyarakat terutama masyarakat miskin dapat tumbuh kembangkan menjadi subyek upaya penggulangan kemiskinan bukan obyek, apabila didalam lembaga PNPM – MP terdapat sumber daya manusia yang kapabel dan akseptabel dalam mendukung pengelolaan program. Disini pulalah ditemukan posisi strategis Unit Pengelola Kegiatan (UPK) sebagai insan penggerak / pelopor masyarakat didalam melaksanakan kegiatan PNPM – MP dan pembangunan dilingkungannya. Para penggerak yang terhimpun dalam UPK yang ada saat ini hasilkan dari seleksi yang cukup panjang dan ketat, direkrut dari warga masyarakat yang peduli dengan pengentasan kemiskinan serta memiliki komitmen yang besar terhadap pembangunan masyarakat dan yang terpenting tidak pamrih. Mengingat permasalahan kemiskinan cukup kompleks sehingga bagi pelaku penanggulangan kemiskinan semisal, UPK perlu dipenyegaran dan intervensi wawasan, keterampilan dan kemampuan agar didalam mengawal program PNPM – MP menghasilkan perubahan yang sistematik dan menyeluruh terhadap seluruh aspek kehidupan masyarakat terutama dari segi kesejahteraan. Untuk itu, kegiatan pelatihan bagi UPK merupakan langkah cerdas dalam meningkatkan kwalitas kerja terutama dalam hal tertib administrasi pengelolaan keuangan sebagaimana telah dicanangkan oleh Bupati Kepulauan Selayar Drs. H. SYAHRIR WAHAB, MM, sejak mengawali kepemimpinannya di Kabupaten Kepulauan Selayar dalam konsep 5 Tertib dan 5 Sukses, menurut NUR ASLIM. Adapun tujuan UPK adalah untuk menunjang kegiatan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) di Kecamatan Bontoharu sangat dibutuhkan sarana sebagai langkah efektifitas pelayanan kepada masyarakat dalam mengakses informasi, dana bergulir pada masyarakat dan sarana/prasarana. Untuk itu, UPK kecamatan Bontoharu sangat membutuhkan berupa sebuah kantor UPK PNPM – MP untuk membantu kinerja UPK sebagai lembaga pengelola keuangan, kegiatan sarana/prasarana, pelatihan dan sebagai Lembaga Keuangan Mikro dengan mengembangkan Kelompok Simpan Pinjam (SPP) dan Kelompok Usaha Ekonomi Produktif (UEP). Rumusan yang penting dari pelaksanaan kegiatan UPK  Kecamatan Bontoharu Kabupaten Kepulauan Selayar yang memrlukan follow –up secara cermat, cerdas dan cepat meliputi : Pertama, Mengingat proses pemberdayaan pada umumnya membutuhkan waktu 5-6 tahun, sehingga kehadiran program PNPM – MP khususnya di Kabupaten Kepulauan Selayar setidaknya hingga tahun 2015. Hal ini sejalan dengan target waktu pencapaian tujuan pembangunan millennium atau Millenium Development Goal (MDGs). Untuk itu, diperlukan political will dan penjaminan dari Bupati Kepulauan Selayar terhadap keberlangsungan program PNPM – MP. Kedua, UPK Kecamatan Bontoharu menyadari sepenuhnya bahwa kehadiran PNPM – MP saat ini di Kabupaten Selayar khususnya Kecamatan Bontoharu banyak ditentukan oleh peran Bapak H. SYAHRIR WAHAB selaku Bupati Kepulauan Selayar. Dalam kerangka itu UPK menganggap penting dan mendesak dalam hal pengadaan Kantor sebagai efektifitas pelayanan kepada masyarakat Kecamatan Bontoharu dalam mengakses Informasi, Dana bergulir, Sarana/Prasarana, Pelatihan dan sebagai lembaga keuangan Mikro pada tingkat kecamatan, serta dapat dijadikan sebagai media dalam merumuskan dan membangun kesepahaman kolektif-komfrehensif diantara seluruh komponen PNPM – MP tentang langka dan pemikiran konstruktif sebagai refleksi konkrit tanda jasa atas perhatian Bapak SYAHRIR WAHAB terhadap program PNPM – MP. Ketiga, Secara empirik telah memperlihatkan bahwa UPK adalah merupakan sumber daya manusia penggerak dan pelopor pembangunan ditingkat Kecamatan dan Desa. Dengan segala kemampuan dan keterbatasan fasilitas, tanpa pamrih, telah bekerja bertahun – tahun membangun masyarakat dari keterbelakangan dan kemiskinan dengan modal kredibilitas, kapasitas dan kapabilitas yang mungkin saja tidak dimiliki oleh orang lain akan sangat berharga bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar manakala kepadanya diberi kesempatan meng-inprove kemampuan dan keterampilan secara totalitas pada Pemerintah Kepulauan Selayar. Perwujudan Daerah ini bisa dicapai bilamana ada keberpihakan kebijakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar untuk mengangkat para pengurus UPK menjadi tenaga kontrak. Keempat, Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Bontoharu merupakan UPK terbaik ke Dua ditingkat Kabupaten dalam hal pengelolaan Dana Bergulir serta Pelaksanaan Sarana/Prasarana kegiatan, yang merupakan prestasi terbaik yang diraih oleh UPK Kecamatan Bontoharu atas kinerja yang selama ini dibangun. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran pelaku baik Pemerintah maupun Masyarakat dalam mensukseskan Program PNPM – MP Kecamatan Bontoharu. Demikian dikatakan oleh ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM – MP Kecamatan Bontoharu, NUR ASLIM ALI yang didampingi oleh sekretarisnya, A. PUTRA WIRA, SE, ketika berkunjung ke Kantor Pusat Media Independen Swara Perubahan dalam rangka acara tutup tahun 2010, dirangkaikan acara silaturahmi. Dalam acara ini hadir beberapa perwakilan  media diantaranya Kepala Biro Berita Kota UCOK HAIDIR,  wartawan Sukses Indonesia RIVAL dan beberapa perwakilan Media di Selayar, hadir juga Ketua LMR-RI KOMDA Selayar YULIVAN LAOH, serta para aktivis LSM LMR-RI dan LSM TUMPAS, juga dihadiri oleh Pimpinan Redaksi Swara Perubahan yang datang langsung dari Kabupaten Bulukumba JUHANDA HS, serta para Dewan Redaksi Swara Perubahan dan para wartawan Swara Perubahan. (Tiem SP)

 

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: