//
you're reading...
Uncategorized

PENDIDIKAN NASIONAL & IJAZAH PALSU

Oleh Muh. HAMZAH,

Alumnus Angkatan Pertama Universitas 45 Makassar

 

Dalam Undang – Undang Negara Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentnag system Pendidikan Nasional, pada bab XX mengenai ketentuan Pidana Khusus bunyi pasal 76, ada empat butir yang menengaskan perlu dipahaminya oelh semua pihak, Pemerintah, Akademika maupun Masyarakat yaitu : (1). Perorangan, Organisasi maupun Penyelenggara Pendidikan yang memberikan Ijazah, Sertifikat, Kompetensi, Gelar Akademik, Profesi atau Vokasi tanpa hak (nya) dipidana dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun atau pidana dengan denda satu milyar rupiah; (2). Penyelenggara Perguruan Tinggi yang dinyatakan ditutup berdasarkan pasal 21 ayat (5) dan masih beroperasi dipidana dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun atau pidana dengan denda satu milyar rupiah; (3). Penyelenggara Pendidikan memberikan sebutan guru besar (Pfofessor) dengan melanggar pasal 23 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun atau pidana dengan denda satu milyar rupiah; (4). Penyelenggara Pendidikan Jarak Jauh yang tidak memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud pada pasal 31 ayat (3) Undang – Undang Pendidikan juga dipidana penjara paling lama sepuluh tahun atau pidana dengan denda satu milyar rupiah; Dengan adanya modus operandi dan praktek pemalsuan Ijazah Sarjana, sesuai jurusan yang diinginkan oleh korban penerima Ijazah dari pelaku, yang secara tegas telah melanggar Undang – Undang Pendidikan seperti tersebut datas, tentunya sangat tidak benar, dan tidak menjunjung Tridarma Perguruan Tinggi. Apalagi sebagaimana rilis berita Seputar Indonesia dengan judul “ Guru Besar Terlibat Pemalsuan Ijazah “, yang isinya dari berita rilis tersebut mengorbankan sejumlah Perguruan Tinggi yang ada di Makassar antara lain Universitas Indonesia Timur (UIT), Sekolah Tinggi Manajemen dan Komputer (STIMIK) Dipanegara, UNM, UNHAS, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE), YPUP, UNMUH, Universitas 45, Universitas Pebabri, UKIP Paulus, UVRI, Universitas Islam Makassar (UIM), UMI, STIEKES Tamalate dan STIE Bungaiya.

Menyikapi perbuatan tercela yang dilakukan oleh pelaku sindikat pemalsuan Ijazah Sarjana dengan tujuan tertentu, maka bagi Perguruan Tinggi ata Universitas yang dikorbankan namany, tentunya perlu mengambil langkah – langkah yang serius untuk mengadakan penanganan masalah yang mana lembaga Akademi menjadi korban. Hal mana karena Iuran yang betul – betul kuliah dan terdaftar secara administrasi, tentunya akan membaur menjadi satu dalam kebudayaan sosial masyarakatnya. Salah satu yang dianggap tepat yaitu perlunya keseriusan untuk mengadakan pencatatan, inventarisasi ulang alumni Perguruan Tinggi atau Univesitas yang alumninya secara utuh. Sehingga kalau terjadi intraksi maka mudah dilihat bahwa Ijazah tersebut kalau diadakan pengesahan pada Perguruan Tinggi atau Universitas akan mudah ketahuan. Sebagai contoh, jika seandainya si pembawa akan mengadakan pengesahan karena suatu kepentingan bila bukan Mahasiswanya melainkan Mahasiswa palsu, akan jelas karenaadanya pencatatan administrasi yang akurat. Contohnya sebut saja Baddu adalah Mahasiswa yang tercatat secara utuh dan telah menyelesaikan perkuliahan akan tetapi yang mengesahkan ijazzah kesarjanaan adalah Beddu, maka tentu selain cacat hukum, Beddu adalah Mahasiswa palsu.

Pada penutup tulisan ini, tentunya kita sepaham bahwa pencatatan yang baik dan akurat akan mempersempit ruang gerak penerima atau korban Sarjana Palsu dan Ijazah Palsu dari modus operandi yang dilakukan oleh sindikat pembuat ijazah palsu sesuai keinginan korban. Karena baik si pembuat ijazah palsu maupun mahasiswa palsu selaku penerima ijazah, selain melanggar hukum juga, tidak mempunyai sikap mental yang baik dan benar, sesuai hukum positif Indonesia.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: