//
Aspirasi

ADA PENYALAHGUNAAN DANA DI JAMPEA

MOHON APARAT TERKAIT TURUN TANGAN

K e p a d a

Yth.        Redaksi Swara Perubahan

Di –

Benteng

Melalui surat ini, saya ingin menyampaikan bahwa ada penyalahgunaan dana yang dilakukan oleh Ketua Kelompok Tani Karya Bersama (TAMKIN,RED), dalam Program Gerakan Nasional Reboisasi Hutan dan Lahan (GNRHL). Kelompok Tani Karya Bersama, ikut menerima dana sebesar 46 juta, dengan daftar nama – nama kelompok tani yang diduga fiktif alias palsu. Karena nama – nama itulah sehingga uang bisa dicairkan, dan menurut bendahara Kelompok Tani Karya Bersama, bahwa dia tidak pernah melihat apalagi memegang dana kelompok tani tersebut. Begitu pula bukti fisik dilapangan, untuk tanaman yang didanai tidak sesuai dengan jumlah dana yang dicairkan di Bank Sulsel Kabupaten Selayar. Adapun dana yang sudah dicairkan 36 juta, sisa 10 juta. Pada bulan Oktober 2010 yang lalu, sisa uang 10 juta diduga sebagai uang pelicin dalam mendapatkan dana dari GNRHL sebesar 46 juta pada tahun 2005. Begitu juga dengan biaya perjalanan Ketua kelompok tani Jampea sebesar Rp. 1.250.000 x 6 kali perjalanan = Rp. 7.500.000 yang  diduga diambil dari daftar nama – nama yang tidak dibayarkan kepada anggota Kelompok Tani Karya Bersama. Kepada penegak hukum kiranya segera memeriksa Ketua Kelompok Tani Karya Bersama yang diduga menggelapkan dana kelompok tani, dan kepada media Swara Perubahan, saya ucapkan terima kasih atas dimuatnya surat saya ini.

 

(Nama dan Alamat ada pada Redaksi)

 

 

Inilah rilis yang diterima redaksi Swara Perubahan pada tanggal 16 Nopember 2010

Aspirasi Masyarakat Kabupaten Kepulauan Selayar

Tentang Perda Ilegal Login

Pada tanggal 16 Nopember 2010

1.Nehru (Koordiantor)

  1. Akhir – akhir ini setelah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Selayar telah terjadi kesimpang – siuran dalam penegakkan Perda tentang Tata cara Pelaksanaan Pengelolaan kayu (Perda Tahun 2002) sebab, sudah tidak layak lagi dipakai untuk kelangsungan hidup masyarakat pemilik kayu, sehingga Perda yang dimaksud perlu di revisi kambali.
  2. Telah terjadi intimidasi pihak pemerintah yang mengambil paksa / disita kayu milik masyarakat meskipun dokumennya ada dan lengkap.
  3. DPRD perlu memanggil instansi terkait untuk berembuk bersama membicarakan Perda yang dimaksud agar dapat mensejahterakan rakyat.
  4. Mengharapkan pemerintah merancang Perda yang baru tentang Tata Cara Pengelolaan Kayu yang mengacu pada Keputusan Menteri Tahun 2006 dan Peraturan Menteri Kehutanan Tahun 2007.
  5. Mempertanyakan, mengapa anggota DPRD tidak ada di tempat pada saat aspirasi yang dimaksud disampaikan.
  6. Aspirasi ini perlu diproses dan di pressure setelah anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Selayar berada kembali di tempat.

2.Andi Syamsuddin

Perlu dibuat Perda yang baru yang mengatur Tata Cara Pelaksanaan Pengelolaan Kayu dimana pada saat dibahas melibatkan tokoh – tokoh masyarakat yang mengetahui segala aspek kegiatan / pengelolaan kayu, untuk menghindari terjadinya perselisihan atau pertentangan dengan peraturan yang sudah ada atau peraturan yang lebih tinggi.

3.Andi Arung

Mempertanyakan wewenang Pol – PP dalam melakukan penangkapan tanpa memperlihatkan Surat Perintah Penangkapan (SPP)? Apakah tugas pokok dan fungsi Pol – PP tidak tumpang tanduk dengan tugas dari kepolisian!

SMK NEGERI 2 BENTENG PUNGUT BIAYA PEMBANGUNANLAHAN PARKIR DARI SISWA

Yth. Redaksi Media Independen

Swara Perubahan

Melalui surat dari pembaca Media Independen SP, saya sebagai salah seorang orang tua siswa yang anak saya sementara ini menuntut ilmu di SMKN 2 Benteng merasa kwatir atas kelanjutan anak saya dalam menuntut ilmu pada sekolah tersebut, sebab banyaknya biaya (pambayaran) yang harus saya bayar sementara kehidupan sehari – hari kami hanya pas – pasan.

Awalnya kami mengira bahwa Dana Pendidikan Gratis dan BOM di sekolah sangatlah membantu kelangsungan pendidikan semua siswa dan siswi termasuk anak saya yang sementara masih sekolah di SMKN 2 Benteng. Ternyata, dana tersebut sama sekali tidak ada artinya dirasakan oleh para siswa dan siswi, pasalnya masih banyak biaya – biaya lainnya yang perlu dan harus dibayar seperti biaya pembangunan tempat parkir, biaya pengadaan komputer, tak ketinggalan pula biaya pengadaan gorden sekolah yang kesemuanya itu dibebankan kepada para siswa dan siswi oleh pihak sekolah. Biaya pembangunan tempat parkir dan gorden saja para siswa dan siswi harus membayar uang sebesar Rp 264.000 rupiah per siswa dan siswi dan hanya diberi tenggang waktu selama setahun. Kata Kepala Sekolah SMKN 2 Benteng, biaya tersebut bisa diangsur Rp22.000 rupiah perbulannya. Jumlah Rp 264.000 itu bagi orang tua siswa atau siswi yang mempunyai penghasilan yang agak lumayan mugkin tidak akan mengeluh dengan hal tersebut. Tetapi bagi kami orang tua siswa merasakan bahwa jumlah tersebut sangat tinggi. Bisa dibayangkan, berapa jumlah totalnya bila dikalikan dengan jumlah seluruh para siswa dan siswi yang ada di SMKN 2 Benteng yang jumlah siswa dan siswinya lebih dari 200 orang?

Redaksi Swara Perubahan yang saya hormati, pada tahun 2009 yang lalu anak saya mendapat beasiswa kurang lebih sekitar Rp 300.000 rupiah. Akan tetapi, yang sampai ke rumah tinggal Rp 100.000 saja. Sebab, Kepala Sekolah sudah memotong Rp 200.000 rupiah dengan alasan, untuk pembelian peralatan belajar para siswa dan siswi. Saya merasa curiga dan kwatir, jangan sampai Kepala Sekolah melakukan unsur bisnis dalam hal ini.Terima kasih yang tak terhingga saya ucapkan mewakili para orang tua siswa dan siswi lainnya atas dimuatnya surat saya ini.Wassalam…,Nama dan Alamat ada pada redaksi

Inilah rilis yang diterima redaksi swara perubahan

Dari pemerhati masalaha Pemerintahan dan Bebas KKN

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: