//
Nasional

Dewan Pers Perbanyak Saksi Ahli

Palembang – Dewan Pers akan terus memperbanyak jumlah saksi ahi di daerah agar bila ada permasalahan hukum di bidang jurnalistik bisa menghadirkan orang yang memiliki keahlian tersebut.

“ sekarang ini saksi ahli di bidang pers ada di provinsi – provinsi. Jumlahnya mencapai 40 orang. “ kata ketua Dewan Pers, Prof. Bagir Manan saat memberikan materi perkuliahan pada siswa Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI)  di Palembang.

Saksi ahli itu terus ditingkatkan sehingga bila ada permasalahan yang menyangkut masalah pers dapat diselesaikan secara baik. Menurutnya, hal ini karena saksi ahli akan dihadirkan bila ada lembaga pers bermasalah terhadap pemberitaan yang telah dipublikasikan.

“ Setiap ada permasalahan di bidang kewartawanan, maka hakim harus menghadirkan saksi ahli dari dewan pers sehingga keberadaan mereka harus terus ditingkatkan. “ ujarnya.

“ Sehubungan dengan itu, pihak dewan pers menyiapkan saksi ahli yang telah diberi bekal melalui pendidikan di Batam beberapa waktu yang lalu. “ ujar mantan ketua Mahkamah Agung itu.

Menurutnya, saksi ahli itu jumlahnya akan terus ditingkatkan, termasuk dibagian Indonesia Timur. “ Memang, permasalahan pers cukup rumit karena wartawan di tuntut teliti dan harus selalu berpedoman pada kode etik jurnalistik. “ tambahnya.

Lanjutnya “ Namun, walaupun sudah berpegang pada kode etik jurnalistik, masih ada saja narasumber yang kurang senang karena nama baiknya dicemarkan sehingga ada yang mengajukan tuntutan. Olehnya, saksi ahli sangat dibutuhkan terutama untuk menyelesaikan permasalahan terhadap wartawan yang terpaksa tersebut.” Ujarnya(Net)

 

 

PELANTIKAN ZAIDIN DISAMBUT DEMO,

99 KEPALA DESA DAPAT UNDANGAN PALSU

Bulukumba SP, suasana pelantikan Bupati Bulukumba terpilh periode 2010 – 2015 disambut demo dari berbagai LSM di Bulukumba diantaranya Front Perjuangan Rakyat (FPR) terdiri dari AGRA, Serikat Nelayan Bulukumba (SNB), Gerakan Pemuda Kasimpureng (GPK), SERUNI, ABLB, Forum Mahasiswa Nasional (FMN), Forum Warga Bulukumba (FWB), Forum Komonikasi Pemuda dan Pelajar (FKPP), Forum komonikasi Pemuda Bulukumba (FKPB).

Aksi gabungan ini menuntut kepada Bupati terpilih untuk segera merealisasikan janji – janji politiknya. Demonstran yang berjumlah puluhan orang sempat bentrok dengan petugas keamanan karena memaksa meransek masuk kelokasi pelantikan, aksi yang dipimpin oleh Hamzah Libya dan Rudi Tahas.

Wakapolres Bulukumba, Kompol. Novli Pito saat dikonfirmasi diruang kerjanya menjelaskan “ Bentrokan itu terjadi karena pendemo memaksa masuk ke lokasi pelantikan, sementara petugas juga mempertahankan brigade berduri yang mengakibatkan terjadi saling dorong – mendorong “ ungkapnya.

Kalau penyanyi Caca Handika dulu mendapat undangan palsu lewat lagunya yang sempat terkenal dulu, tapi kali ini lain halnya dengan 99 Kepala Desa dan Lurah mendapat undangan palsu dalam pelantikan pasangan Zaidin menjadi Bupati lima tahun kedepan. Akibatnya, ya…macam – macam? Ada yang merasa kecewa dan akhirnya mengalah, dan bahkan ada yang meninggalkan lokasi pelantikan. Dan bahkan sejumlah Kepala Desa merobek undangan tersebut, dan mereka semua sepakat untuk tidak menghadiri acara hala – bihalal dengan Bupati terpilih nantinya.

Sementara itu Kabag Humas dan Protokol Pemkab. Bulukumba, Daud Kahal pada saat memberikan keterangan kepada wartawan mengatakan : “ Semua Kepala Desa dan Lurah itu diberi undangan tapi, ada undangan VIP A dan VIP A langsung masuk di arena pelantikan. Dan yang lainnya disiapkan diluar karena kursi terbatas dan ini hanya kesalah – pahaman panitia dengan para Kepala Desa dan Lurah tersebut.

Sementara itu, salah seorang Anggota DPRD Bulukumba menyelesaikan kejadian ini, pasalnya pantia tidak membubuhi stempel VIP di Sekretariat DPRD sebelum undangan dibagikan ke Kepala Desa dan Lurah. (juhanda. HS)

Selayar dan Majene Rawan Tsunami

Selayar – SP, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan 150 daerah di tanah air sebagai daerah rawan tsunami. Dua di antara daerah tersebut adalahKabupaten Kepulauan Selayar di Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Kabupaten Majene di Sulawesi Barat.

Direktur Pengurangan Risiko Bencana BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan pihaknya telah membuat peta yang lebih detail tentang lokasi-lokasi yang dianggap rawan bencana. Dari pemetaan itu, BNPB menyarankan untuk memperbaiki tata ruang dengan mempertimbangkan potensi bencana.

Dikatakan, untuk daerah-daerah yang sudah telanjur melakukan pembangunan dilokasi rawan tsunami, lembaganya hanya bisa berusaha melakukan pembinan dengan cara melakukan sosialisasi secara terus menerus.

Menurutnya, itu adalah upaya maksimal yang bisa dilakukan BNPB dalam mengurangi dampak bencana alam yang mungkin terjadi di daerah rawan tersebut. “Kita punya peta, dan itu kita sosialisasikan. Apakah akan dipakai atau tidak, itu menjadi kewenangan pemerintah setempat karena mereka yang punya kewenangan mengatur dan merencanakan pembangunan di daerahnya,” jelas Sutopo, Minggu 7 November.

Sesuai peta terbaru BNPB, tsunami berpotensi menimpa Selayar jika terjadi gempa dengan kekuatan di atas 6,5 Skala Richter. Apalagi jika gempa tersebut berada di kedalaman laut kurang dari 20 kilometer. (Team SP/net)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: