//
Politik&Hukum

PRO DAN KONTRA  TENTANG KASUS DUGAAN KORUPSI DAN KEPEMIMPINAN KETUA APDESI SELAYAR

Selayar _ SP, Ujung tombak pemerintahan di Indonesia yang langsung diatur oleh Undang – Undang adalah Pemerintahan Kabupaten dan Desa. Otonomi Kabupaten dan Desa adalah hal mutlak untuk mempercepat kesejahteraan rakyat, sebab dua label pemerintahan tersebut nyata – nyata disebut pemerintahan otonomi. Meskipun begitu, tidak semua pemegang jabatan pemerintahan baik di kabupaten maupun desa bisa menjalankan roda pemerintahan secara komonikatif, transparan dan akurat.

Berikut wawancara tim liputan Swara Perubahan dengan beberapa Kepala Desa yang ada di Kab. Kepulauan Selayar yang terkait kasus APDESI.

Berikut beberapa komentar terkait kasus Ketua APDESI Selayar A. Alang :

Suaib Rewata, Ketua LSM transparansi untuk menyelamatkan pembangunan Sulawesi Selatan (Tumpas) mengatakan, APDESI seharusnya independen untuk menyuarakan aspirasi Kades dan Komonitasnya tapi nyatanya APDESI malah jadi underborn penguasa untuk mengamankan korupsinya yang akhirnya mereka lebih terkesan seperti sindikat mafia korupsi.

Kepala Desa Lantibongan, Muh. Ishak. Saya tidak setuju kedepan kalau Ketua APDESI orang yang selalu mencari kesalahan anggotanya. Dia yang kena masalah, kami anggotanya ikut terbawa-bawa,, karena mereka mengatakan bahwa Desa Lantibongan paling banyak temuan versi inspektorat. Dia-kan seharusnya tidak boleh berkomentar demikian di media, tapi yang berhak adalah inspektorat. Jadi kedepan, APDESI harus dipimpin ketua yang mempunyai tanggung jawab, jujur dan transparan utamanya masalah iuran, katanya.

Kepala Desa Karumpa, Nurlah. Ketika ditanya tentang bagaimana perkembangan APDESI? Kepala Desa ini menjawab, kepengurusan APDESI butuh penyegaran. Sebab, selama kepengurusan APDESI ini terbentuk, saya pribadi belum pernah mengetahui berapa sisa Kas APDESI. Padahal setahu saya, kami para Kepala Desa sudah dua kali membayar iuran APDESI, dan bahkan ada teman Kepala Desa yang sudah membayar tiga kali termasuk untuk tahun 2010 ini.

Kepala Desa Karumpa (Nurlah, RED) juga menambahkan di tahun 2010 ini saya pribadi tidak mau membayar iuran sebelum Ketua APDESI membuat pertanggung jawaban mengenai penggunaan Dana Kas APDESI. Ketua (A. Alang, RED) dalam hal penggunaan APDESI seharusnya dia transparan dan terbuka, sebab Dana Kas APDESI adalah milik bersama. Oleh karena itu saya katakana tadi, kepengurusan APDESI butuh penyegaran, kalau perlu Ketua APDESI diganti. Terus terang saja, saat ini saya punya figur yang bisa menggantikan kedudukan (A. Alang, RED) sebagai ketua, yaitu Kepala Desa Lalang Bata (Amiruddin, RED)

Kepala Desa Bonerate, Muh. Arsyad Manaba. Sampai saat ini Ketua APDESI (A. Alang, RED) belum pernah transparan dan terbuka mengenai penggunaan Dana kas APDESI. Jangankan penggunaan Dana Kas APDESI, sekretariat APDESI saja kami para Kepala Desa masih ada yang belum mengetahui dimana alamatnya dan bagaimana bentuknya? Yang jelas, dia sebagai ketua kurang koordinasi kapada para Kepala Desa. Hali ini dikatakan oleh Kepala Desa Bonerate, Muh. Arsyad Manaba. Ketika ditanya tentang siapa kira – kira figur yang bisa menggantikan A. Alang sebagai ketua! Kepala Desa Bonerate manjawab, saya rasa para Kepala Desa yang ada didaratan banyak yang bisa manjadi figur untuk menjadi ketua. Persoalannya, apakah mereka (para Kepala Desa) mau menjadi ketua atau tidak? Dan kalau memang para Kepala Desa yang ada didaratan tidak ada yang mau, Kepala Desa yang ada di pulau juga tidak jadi masalah, termasuk saya juga siap menjadi ketua kalau diberi kepercayaan. Terus terang saja bahwa A. Alang itu memang pintar, akan tetapi dalam hal ini dia sebagai ketua tidak becus memimpin APDESI ini, katanya.

Sementara itu, salah satu Kepala Desa dari Purnawirawan TNI yaitu Kades Bontomarannu, Mappa yang ditemui SP mengatakan bahwa kedepan terkait banyaknya kasus yang terjadi di tubuh APDESI maka dibutuhkan ketua yang tegas dan disiplin serta penuh tanggung jawab ketika ditanya oleh SP kalau teman – teman Kepala Desa memberikan amanah kepada Kepala Desa Bontomarannu untuk memimpin APDESI bagaimana komentarnya, Kades yang dikenal sangat dekat dengan kuli tinta ini dengan tersenyum mengatakan kalau teman – teman Kepala Desa memberikan kepercayaan  dan amanahnya untuk memimpin APDESI kedepan kami siap asalkan teman – teman Kepala Desa sepakat ingin melihat APDESI maju dan berkembang serta senatiasa memberikan masukan, teguran dan saran. Jadi, APDESI memang butuh suatu perubahan yang lebih baik, katanya dengan suara tegas. (Ilyas/Imran)

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: